Daniel Marthin dan Ester Nurumi Pulih, Kapan Comeback?
Kabar menggembirakan datang dari Pelatnas PBSI menjelang akhir tahun 2025. Dua pebulu tangkis andalan Indonesia, Daniel Marthin dan Ester Nurumi Tri Wardoyo, telah pulih dari cedera serius yang menghambat aktivitas mereka sepanjang tahun ini.
Dokter Pelatnas PBSI, dr. Retno SpKO, mengonfirmasi kondisi kedua atlet tersebut pada Senin 22 Desember 2025. Ia menyatakan bahwa Daniel dan Ester kini menunjukkan perkembangan positif dan terkontrol.
Meski demikian, PBSI menegaskan tidak akan terburu-buru menurunkan keduanya ke turnamen resmi. Federasi mengutamakan keselamatan serta keberlanjutan karier jangka panjang para atletnya.
Cedera yang Menghambat Karier
Daniel Marthin mengalami cedera lutut kiri saat membela Indonesia di Piala Sudirman 2025. Insiden tersebut terjadi ketika ia berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri menghadapi wakil Denmark, Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen.
Cedera itu terjadi karena Daniel salah posisi saat mendarat usai melakukan smes. Meski dalam kondisi tidak optimal, ia tetap melanjutkan pertandingan dan berhasil mempersembahkan poin penting untuk Indonesia.
Duet Fikri dan Daniel mampu mengalahkan Kim Astrup serta Anders Skaarup Rasmussen dengan skor 21-16, 21-18. Kemenangan tersebut mengunci keunggulan Indonesia atas Denmark dengan skor 3-1 sekaligus memastikan Indonesia menjadi juara grup.
Setelah pertandingan, Daniel mengalami pembengkakan dan nyeri hebat. Tim medis kemudian mendiagnosis cedera serius di bagian lututnya yang membutuhkan tindakan operasi.
Operasi Arthroscopy Debridement
Daniel Marthin menjalani operasi pada Kamis 26 Juni 2025. Tim medis melakukan tindakan Arthroscopy Debridement pada lutut kirinya.
Prosedur tersebut merupakan bedah minimal invasif yang bertujuan membersihkan atau memperbaiki sendi lutut. Operasi ini lazim di gunakan untuk menangani cedera atlet dan mempercepat proses pemulihan sendi.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa cedera Daniel tidak bisa di anggap ringan. Ia menegaskan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
“Proses selanjutnya menunggu pemulihan, di lanjutkan dengan fisioterapi dan penguatan otot. Butuh waktu sekira 1-2 minggu untuk membuka jahitan dan setelah itu bisa di lakukan fisioterapi,” ujar Eng Hian pada Juni 2025.
Tim medis memperkirakan Daniel membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk bisa kembali berlatih. Namun proses tersebut harus di lakukan secara bertahap sambil terus memantau kondisinya.
Cedera Ester Nurumi
Sementara itu, Ester Nurumi Tri Wardoyo mengalami cedera berbeda namun tak kalah serius. Tunggal putri andalan Indonesia ini mengalami retak pada pangkal tulang kering kanan (shin bone fracture).
Cedera tersebut terjadi saat Ester menjalani sesi latihan intensif di Pelatnas Cipayung pada September 2025. Dokter pelatnas PBSI, Retnoningtyas, mengungkapkan bahwa cedera ini membutuhkan waktu pemulihan yang lama.
“Ester mengalami retak di pangkal tulang kering sebelah kanan pada saat menjalani latihan. Perlu waktu recovery sekitar kurang lebih 3-6 bulan tergantung dari cepat lambatnya hasil setiap evaluasi,” jelas dr. Retnoningtyas pada September 2025.
Adik dari Chico Aura Dwi Wardoyo itu sempat di prediksi baru akan siap kembali bertanding paling lambat pada Februari 2026. Namun perkembangan pemulihannya menunjukkan hasil positif.
Evaluasi awal dengan MRI menunjukkan hasil menggembirakan. Sudah muncul callus atau tulang baru di kaki Ester dan perkembangannya sesuai dengan target yang di harapkan.
Fase Reintegrasi ke Lapangan
Kini kedua atlet tersebut sudah berada pada fase reintegrasi ke lapangan. Dr. Retno menjelaskan bahwa proses pemulihan tidak hanya mencakup penyembuhan cedera semata.
“Saat ini keduanya tengah melalui seluruh tahapan pemulihan dengan mengikuti instruksi tim dokter secara di siplin. Prosesnya tidak hanya mencakup penyembuhan cedera, tetapi juga penguatan bertahap untuk memastikan fondasi fisik mereka benar-benar kembali stabil,” kata dr. Retno.
Tahapan penguatan fisik di lakukan secara bertahap agar fondasi tubuh atlet benar-benar stabil dan siap menghadapi tekanan pertandingan. PBSI bersama tim medis memilih pendekatan konservatif demi meminimalkan risiko cedera berulang.
Tahap berikutnya yang akan di tempuh adalah evaluasi menyeluruh dari tim pelatih. Mereka akan meninjau apakah progres permainan Daniel dan Ester sudah memenuhi indikator teknis yang ditargetkan.
Perhatian pada Aspek Mental
Selain aspek fisik, tim medis dan PBSI juga memberikan perhatian serius pada kesiapan mental para atlet. Masa pemulihan pasca cedera sering kali meninggalkan tekanan psikologis dan trauma tersendiri.
“Pasca cedera, atlet membutuhkan waktu untuk membangun kembali rasa aman dan keyakinan pada tubuhnya,” ujar dr. Retno.
Oleh karena itu, pendampingan psikologis serta mental conditioning dilakukan secara terstruktur. Tujuannya agar kepercayaan diri Daniel dan Ester dapat kembali utuh, baik saat menjalani latihan intensif maupun saat kembali bertanding di arena internasional.
PBSI tidak ingin mengambil risiko dengan menurunkan atlet sebelum mereka benar-benar siap. Keselamatan dan keberlanjutan karier atlet menjadi prioritas utama federasi.
Kapan Comeback?
Keputusan mengenai waktu comeback keduanya ke pertandingan resmi akan sepenuhnya ditentukan berdasarkan penilaian objektif tim pelatih. PBSI memilih untuk tidak terburu-buru.
“Keputusan tampil akan diambil jika mereka benar-benar siap secara fisik, teknis, dan mental,” tutup dr. Retno.
Dengan demikian, belum ada jadwal pasti kapan Daniel Marthin dan Ester Nurumi akan kembali bertanding. Penggemar bulu tangkis Indonesia harus bersabar menunggu kabar selanjutnya dari PBSI.
Profil Daniel Marthin
Daniel Marthin lahir di Jakarta pada 31 Juli 2001. Ia merupakan pebulu tangkis ganda putra Indonesia yang berpasangan dengan Leo Rolly Carnando.
Kariernya di dunia bulu tangkis dimulai sejak bergabung dengan PB Djarum pada tahun 2015. Awalnya, ia bermain dalam kategori ganda campuran bersama Nita Violina Marwah, namun kemudian fokus ke ganda putra.
Daniel dan Leo mendapat julukan “The Babies” dari para penggemar. Julukan tersebut muncul karena keduanya merupakan penggemar berat Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan yang dikenal sebagai “The Daddies”.
Pasangan muda ini telah menorehkan berbagai prestasi gemilang. Mereka meraih gelar Juara Asia Junior 2019 dan Juara Dunia Junior 2019 di sektor ganda putra.
Daniel dan Leo juga berhasil mengantarkan Indonesia meraih Piala Suhandinata dalam Kejuaraan Dunia Junior 2019. Kemenangan itu menjadi sejarah baru untuk bulu tangkis Indonesia karena pertama kalinya meraih piala tersebut.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menobatkan Daniel Marthin dan Leo Rolly Carnando sebagai salah satu dari empat nominasi Pemain Paling Menjanjikan Eddy Chong 2019.
Di level senior, prestasi mereka juga sangat membanggakan. Pasangan ini meraih gelar juara Indonesia Masters 2023 dan 2024, menjadikan mereka juara bertahan di turnamen tersebut.
Mereka juga menyabet medali emas SEA Games Hanoi 2021 dan juara Singapore Open 2022. Pada puncaknya, duet “The Babies” pernah menempati peringkat 9 dalam ranking dunia ganda putra BWF.
Daniel juga tercatat masuk dalam daftar smash tercepat di dunia dengan 415 kph saat final Hylo Open 2022 Super 300.
Profil Ester Nurumi Tri Wardoyo
Ester Nurumi Tri Wardoyo lahir di Jayapura, Papua, pada 26 Agustus 2004. Ia merupakan atlet bulu tangkis Indonesia spesialis tunggal putri.
Ester adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya bernama Chikitha Alviano Eka Wardoyo yang kini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum PBSI Banten.
Sementara kakak keduanya, Chico Aura Dwi Wardoyo, merupakan atlet bulu tangkis profesional Indonesia di nomor tunggal putra. Keduanya sempat sama-sama tampil di kejuaraan Thomas dan Uber Cup 2024.
Ester mengawali karier profesionalnya dengan bergabung bersama klub PB Exist Jakarta sebelum masuk Pelatnas PBSI. Bakat potensialnya sudah terlihat sejak bermain di level junior.
Pada November 2022, Ester pernah menempati peringkat 1 ranking junior untuk tunggal putri BWF. Federasi Bulu Tangkis Dunia bahkan menempatkan namanya dalam sederet bintang muda masa depan bulu tangkis dunia.
Di Kejuaraan Dunia Junior 2022, Ester mampu bersaing hingga semifinal. Ia berhasil meraih medali perunggu setelah kalah dari wakil Jepang dan China.
BWF memuji kualitas Ester melalui laman resminya. “Membawa Indonesia ke semifinal Tim Campuran dengan kemenangan di bawah tekanan atas Zhang Xin Ran dari China, sebelum mendapatkan perunggu di tunggal putri,” tulis BWF.
Prestasi Gemilang Ester
Meski usianya masih belia, Ester telah mengoleksi sejumlah medali dan gelar dari berbagai kejuaraan bergengsi. Ia meraih medali emas Finnish Junior International 2021 dan juara Alpes U-19 International 2022.
Di level senior, Ester memenangkan gelar pertamanya di BWF World Tour yaitu Indonesia Masters Super 100 pada 2023. Ia juga meraih gelar di Indonesia International Challenge 2023 dan XPora International Challenge.
Penampilan Ester di Piala Uber 2024 mencuri perhatian publik. Ia berhasil membawa Indonesia menang 3-0 atas Thailand dan lolos ke semifinal.
Meski mengalami kram kaki yang menyulitkan pergerakan, Ester tetap berjuang dan menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan skor 21-19. Perjuangannya membuat bangga seluruh masyarakat Indonesia.
Di final Uber Cup 2024, Ester berhasil membuat He Bing Jiao dari China kerepotan. Meski Indonesia akhirnya kalah 0-3, penampilan Ester mendapat apresiasi luas.
Saat ini, Ester menempati peringkat ke-38 dalam ranking BWF sektor tunggal putri. Ia digadang-gadang akan menjadi masa depan bulu tangkis putri Indonesia.
Harapan untuk Tahun 2026
Dengan pulihnya Daniel Marthin dan Ester Nurumi dari cedera, harapan besar tertumpuk untuk tahun 2026. Kedua atlet muda berbakat ini diharapkan dapat segera kembali berkiprah di kancah internasional.
Daniel bersama Leo Rolly Carnando masih menjadi andalan Indonesia di sektor ganda putra. Pasangan “The Babies” ini memiliki potensi besar untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi.
Sementara Ester diharapkan dapat melanjutkan tren positifnya di sektor tunggal putri. Pengalamannya di berbagai turnamen internasional akan menjadi modal berharga.
PBSI berharap proses pemulihan yang disiplin dan terukur dapat mengantarkan kedua atlet kembali tampil optimal. Yang terpenting, risiko cedera berulang di masa mendatang harus diminimalkan.
Komitmen PBSI
PP PBSI menegaskan komitmennya untuk tidak terburu-buru menurunkan Daniel dan Ester dalam turnamen resmi. Pendekatan konservatif ini diambil demi menjaga keselamatan serta keberlanjutan karier jangka panjang mereka.
“PBSI bersama tim medis tidak mengambil langkah terburu-buru untuk menurunkan mereka berkompetisi karena keselamatan dan karier atlet ke depannya menjadi prioritas,” tegas dr. Retno.
Federasi akan terus memantau perkembangan kondisi kedua atlet secara ketat. Keputusan untuk menurunkan mereka ke pertandingan akan diambil berdasarkan pertimbangan medis yang matang.
Para penggemar bulu tangkis Indonesia tentunya sangat menantikan kembalinya Daniel Marthin dan Ester Nurumi ke lapangan. Kabar pulihnya keduanya menjadi hadiah akhir tahun yang menggembirakan bagi dunia bulu tangkis tanah air.
Dengan penanganan yang tepat dan pemulihan yang optimal, diharapkan kedua atlet dapat segera berkontribusi kembali untuk kejayaan bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.



